Kesehatan

Ibu Hamil Wajib Tahu Ciri-Ciri Air Ketuban Berkurang

Bisa merasakan mengandung buah hati tersayang memang merupakan pengalaman yang menyenangkan. Tapi di sisi lain, ibu hamil biasanya punya banyak sekali kekhawatiran yang tidak tersapaikan. Mulai dari kondisi fisiknya sendiri, ketakutan dengan proses melahirkan, sampai dengan kekhawatiran terhadap kondisi janin yang dikandungnya. Nah, salah satu hal yang banyak dicemaskan ibu hamil adalah kondisi air ketuban. Seperti diketahui, air ketuban merupaka unsur yang sangat penting selama kehamilan. Cairan ketuban ini berfugsi untuk melindungi bayi, memastikan janain bisa bergerak bebas, dan juga mengendalikan suhu di dalam rahim. Penting sekali bagi ibu hamil untuk mengetahui ciri ciri air ketuban berkurang.

Sebab pada kenyataannya banyak sekali ibu hamil yang tidak menyadari bahwa air ketubannya berkurang. Mungkin ibu heran bagaimana bisa air ketuban berkurang sedangkan ketuban belum pecah. Yang tak banyak diektayui, air ketuban ternyata bisa merembes seperti halnya air kencing sehingga banyak disalahpahami oleh ibu hamil. Memang selama ini banyak ibu hamil yang memiliki masalah untuk menahan kencing dikarenakan posisi rahim yang terdesak oleh janin sehingga kadang air seni tidak dapay dikontrol. Tapi air seni dan air ketuban memiliki beberapa perbedaan meski sekilas memang sangat mirip.

Yang pertama, air seni berwarna bening namun sedikit kekuningan dengan aroma pesing atau khas amonia. Sedangkan cairan ketuban warnanya bening dan tidak kekuningan, encer, kemudian aromanya cenderung amis. Kadang kala pada cairan ketuban juga eterdapat flek-flek putih atau adanya bercak darah. Kalau ingin melakukan pengecekan dengan lebih terpercaya, Anda bisa menggunakan kertas lakmus yang berwarna merah. Kertas lakmu isi memiliki sifat asam, sedangkan cairan ketuban memiliki sifat basa. Jadi jika kertas lakmus merah terkena cairan ketuban, ia akan berubah warna menjadi biru.

Ada beberapa kondisi yang menunjukkan merembesnya air ketuban. Ibu hamil wajib tahu ciri-ciri air ketuban berkurang berikut ini:

Ada cairan keluar dari vagina tanpa bisa ditahan

Ibu hamil yang tidak sengaja mengompol, masih akan bisa menahan air kencingnya agar tidak mengalir. Namun jika yang keluar merupakan cairan ketuban, maka ibu hamil tidak akan bisa menahannya sama sekali. Hal ini hampir sama dengan proses keluarnya darah menstruasi yang benar-benar akan mengalis tanpa bisa ditahan. Namun untuk cairan ketuban ini, jumlah yang merembes keluar bisa sedikit atau banyak tergantung pada kondisi setiap ibu hamil. Keluarnya air ketuban dengan cara ini sering sekali dianggap remeh karena ibu hamil salah memahaminya sebagai air kencing atau keputihan.

Cairan ketuban menetes dari vagina

Dalam kondisi yang sudah lebih parah, cairan ketuban tidak hanya merembes keluar namun juga akan menetes melalui vagina. Hal ini bisa lebih mudah disadari karena biasanya air ketuban akan menetes tanpa henti saat ibu berada pada posisi berdiri atau jongkok. Nah, kalau sudah sampai pada tahap ini, maka ibu hamil harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah cairan ketuban kering dan membahayakan janin yang ada di dalam kandungan.

Merasa ada sesuatu yang pecah di dalam rahim

Kalau cairan ketuban benar-benar keluar dalam jumlah banya, biasanya sebelumnya akan diawali dengan rasa adanya sesuatu yang pecah atau meletus di dalam rahm. Kemudian ibu hamil juga akan mendengar seperti suara letusan balon yang cukup keras kemudian dibarengi dengan keluarnya cairan ketuban dalam jumlah banyak seperti halnya saat kencing. Bedangnya, kalau yang keluar cairan ketuban maka tidak akan bisa ditahan oleh ibu hamil.

Saat menyadari air ketuban pecah atau berkurang, pertama ibu hamil tidak boleh panik. Secara umum, air ketuban memang memegang peranan penting untuk janin namun bisa jadi tidak berbahaya jika diatas secara tepat. Anda perlu mencatat berapa kali air ketuban merembes atau keluar dan memperkirakan jumlahnya. Kemudian segera berkonsultasi ke dokter kandungan untuk mengecek kadar air ketuban yang masih tersisa. Apabila belum saatnya janin untuk lahir, maka biasanya ibu hamil diharuskan bed rest untuk mencegah cairan ketuban semakin berkurang. Namun jika memang bayi sudah siap dilahirkan, maka akan dilakukan prosedur yang sesuai.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menambah volume cairan ketuban pada ibu yang masa persalinannya masih lama. Pertama, ibu hamil harus banyak mengonsumsi air putih untuk kembali meningkatkan jumlah air ketuban. Kemudian ibu hamil sebaiknya juga menghindari aktivitas berat dan berdiri terlalu lama karena akan memicu air ketuban merembes semakin banyak. Ibu hamil mungkin juga diharuskan mengonsumsi obat atau suplemen tertentu sesuai dengan petunjuk dokter. Pastikan ibu hamil juga selalu didampingi oleh pasangan atau keluarga lainnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengetahui ciri-ciri air ketuban berkurang sangat penting dilakukan untuk memastikan kondisi janin selalu terlindungi. Tanpa adanya air ketuban, janin bisa mengalami berbagai macam infeksi maupun kelainan yang bahkan bisa juga berujung terhadap hilangnya nyawa. Maka dari itu, pastikan Anda memperbanyak informasi mengenai kehamilan dan janin supaya selalu bisa menjaga kondisi hingga masa persalinan tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *