Artikel

Perbandingan Sofa Kulit dan Kain, Serta Cara Mebersihkan dan Merawatnya

Kendati ada banyak jenis sofa, seperti sofa karakter atau sofa bed yang kini tengah berjaya dipasaran, pada dasarnya cara membersihkan dan merawat semua sofa boleh dibilang sama saja. Yang membedakan adalah dari bahan apa sofa tersebut dibuat. Sofa kain atau kulit tentu memiliki teknik tersendiri dalam cara membersihkan dan merawatnya.  Berikut adalah ulasan mengenai perbandingan serta cara membersihkan sekaligus merawat sofa berbahan kain dan kulit, yang juga bisa menjadi bahan pertimbangan kamu sebelum membelinya.

Pahami Karakter Bahan Sofa

Dari segi kenyamanan, sofa berbahan kain dikenal lebih lembut dan adem, juga tidak sesensitif sofa kulit yang rentan berbekas ketika terkena goresan. Sofa kain juga memiliki lebih banyak pilihan motif, dan harganya relatif murah.

Semetara itu, sofa berbahan kulit sejatinya lebih bersahabat bagi mereka yang mempunyai alergi terhadap debu, bulu hewan peliharaan, dan lain sebagainya. Dari sisi tampilan, sofa kulit juga lebih mampu membuat ruangan menjadi lebih terkesan elegan, serta cenderung lebih awet karena bahannya yang solid. Hanya saja, sofa kulit rentan mengalami keretakan dan mudah berbekas oleh goresan.

Cara Membersihkan Sofa dari Tumpahan Makanan atau Minuman

Sofa kain atau pun kulit sama-sama memiliki potensi untuk terkena noda makanan dan minuman. Namun, keduanya memiliki langkah pertolongan pertama yang berbeda.

Sofa kain umumnya memiliki buku manual tersendiri, yang memberikan kamu petunjuk tentang tata cara membersihkannya, yang dirangkum dalam bentuk empat kode berikut: W (Sofa bisa dibersihkan dengan air), S (Sofa hanya bisa dibersihkan dengan zat pembersih), WS (Kamu bisa menggunakan air atau zat pembersih), dan X (Sofa hanya bisa dibersihkan dengan penyedot debu). Lantas, bagaimana pertolongan pertama jika sofa kain terkena tumpahan minuman atau makanan?

Pertama-tama vakum area yang terkena tumpahan, siapkan air bersih, deterjen dan sebanyak satu sendok makan, lalu tekan-tekan permukaan sofa yang terdampak noda dengan kain yang sudah dibasahi campuran bahan-bahan tersebut. Biarkan selama 15 menit, lalu kembali tekan-tekan permukaan sofa dengan kain bersih lainnya. Terakhir, tekan-tekan menggunakan kain kering, lalu keringkan sofa dengan hair dryer atau kipas angin.

Sementara itu, sofa kulit juga umumnya memiliki petunjuk pembersihan tersendiri. Namun, secara garis besar, langkah-langkah di bawah ini adalah cara terbaik yang bisa kamu lakukan jika sofa kulit terkena tumpahan makanan atau minuman.

Pertama, tepuk-tepuk sofa kulit dengan kain bersih lembab. Jika noda tergolong bandel, maka sebaiknya tambahkan cairan pembersih khusus sofa berbahan kulit, dan ikuti petunjuknya.

Cara Merawat Sofa Kain dan Kulit

Sofa kain sangat rentan terkena debu. Oleh sebab itu, kamu harus meluangkan waktu, setidaknya satu minggu sekali, untuk menyedot debu tersebut dengan menggunakan vakum. Debu yang dibiarkan terlalu lama akan menumpuk dan mengubah warna sofa menjadi keruh, serta kurang nyaman saat digunakan.

Sementara itu, sofa kulit pada dasarnya memiliki minyak alami yang melindungi bagian permukaannya. Namun begitu, kamu teta perlu memberikan pelembab atau kondisioner khusus, setidaknya sebulan sekali, agar bahan kulit tersebut terus terstimulus untuk memproduksi minyak alami. Tak jauh berbeda dengan sofa berbahan kain, sofa kulit juga tidak anti terhadap debu. Oleh karenanya, bersihkanlah sofa seminggu sekali dengan sikat berbulu lembut, atau gunakan vakum serta pastikan bahwa sikat-sikat di bagian ujungnya bersifat halus agar tidak merusak permukaan sofa kulit yang rentan berbekas terhadap goresan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *