Jenis Layanan dan Hambatan Internet Banking

BRImo

Beberapa jenis layanan di Bank BRI Indonesia Internet Banking adalah sebagai berikut:

Perbankan Daring (Online Banking), pada dasaranya adalah gabungan dua istilah dasar yakni daring (online) dan perbankan (banking). Sekarang ini internet sudah menghubungkan kurang lebih 100 juta orang. Bisa melakukan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) dengan komputer yang tersambung dengan jaringan internet bank. Jenis transaksi dengan online banking misalnya, transfer dana/uang, mengecek informasi saldo, mengecek informasi nilai tukar, melakukan pembayaran beberapa tagihan seperti kartu kredit, rekening telepon, rekening listrik dan lain sebagainya. Melakukan pembelian token listrik, pulsa handphone, tiket pesawat, tiket kereta dan lain sebaginya.

Perbankan bergerak (mobile banking) merupakan layanan perbankan yang bisa diakses secara langsung dengan telepon seluler GSM dengan memakai SMS. Jenis transaksi yang dapat dilakukan misalnya transfer dana, mengecek informasi saldo, melakukan mutase rekening, mengecek nilai tukar, melakukan jenis pembayaran seperti kartu kredit, rekening listrik, rekening telpon, asuransi. Pembelian pulsa isi ulang dan saham.

Manajemen resiko dalam pengadaan aktivitas E-Banking peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia berhubungan dengan pengelolaan atau manajeme resiko penyelenggaraan aktivitas E-Banking adalah Peraturan Bank Indonesia No.5/8/PBI/2003 mengenai Penerapan Manajemen Risiko Bank Umm dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/8/DPNP, tanggal 20 April 2004 mengenai Penerapan Manajemen Risiko pada kegiatna pelayanan jasa Bank melalu E-Banking.

Hambatan dari E-banking misalnya transaksi dengan E-Banking tidak hanya membuat mudah tetapi memunculkan sebuah resiko seperti strategi, operasional dan reputasi dan juga terdapat berbagai ancaman pada aliran data reliable dan ancaman kerusakan/kegagalan pada sistem E-Banking kemudian semakin kompleksnya teknologi yang merupakan dasar E-Banking. Kerusakan/Kerugian/kehilangan yang diterima oleh Bank/Nasabah disebabkan juga oleh petugas internal atau manajemen bank. E-banking menjadi salah satu target dari para cybercrime yang mempunyai kendalam dalam hal pembuktian secara teknis ataupun non-teknis. Aktifitas E-Banking masih belum mempunyai payung hukum yang tegas dan akurat yang dikarenakan oleh stagnannya RUU informasi dan transaksi elektronik. Para pelaku usaha perbankan dan masyarakat umumnya masih kurang peduli terhadap proses penanganan kasus-kasus tindak pidana E-Banking.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *